Tertarik Saham IPO ? Simak Cara Beli Saham di e-IPO yang Mudah

Azza Azzahra

cara beli saham di e-ipo

Bertambahnya jumlah investor ritel sekarang ini, bisa disimpulkan tingginya ketertarikan dalam melakukan investasi di pasar modal. untuk itu, perlu memahami cara beli saham di e-IPO.

Bagi Anda yang ingin membeli saham yang dijajakan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam initial public offering (IPO), dapat dilaksanakan lewat cara online melalui basis digital, yakni e-IPO.

Mengutip dari situs e-IPO, langkah pertama kali yang harus dilakukan ialah mendaftar data diri Anda sebagai investor pasar modal.

Proses setelah itu terima e-mail, authentication, dan klarifikasi.

Harus diingat saat sebelum Anda beli saham, ketahui resiko dan taktik supaya Anda tidak terjerat dalam keadaan-situasi yang tidak diharapkan.

Ketahui keadaan esensial calon emiten yang hendak Anda beli dan dalami kinerja neraca keuangan perusahaan.

Simak Cara Beli Saham di e-IPO berikut :

  1. Pendaftaran

Hal pertama ialah melakukan pendaftaran. Pendaftaran ini dilaksanakan dengan memasukkan alamat e-mail Anda, dan mengisi type investor, apakah lembaga atau pribadi.

Seterusnya, Anda perlu lakukan authentication e-mail dan masukkan code OTP yang dikirim. Setelah itu, masukan sandi Anda.

  1. Klarifikasi

Proses ke-2 , pilih broker atau sekuritas yang Anda percayai.

Selanjutnya, tentukan pendaftaran Singgel Investor Identification (SID)7 untuk Anda yang telah terlebih dahulu memiliki nomor SID dan Sub Rekening Dampak (SRE) untuk Anda yang belum memiliki SID.

Seterusnya, Anda perlu melakukan klarifikasi broker dan melakukan login serta pesan saham IPO di situs e-IPO.

  1. Submitted

Setelah Anda melakukan login di account e-IPO Anda, sekarang waktunya Anda melihat info perusahaan yang IPO.

Selanjutnya, Anda lakukan penyeleksian saham yang hendak Anda beli untuk selanjutnya, click tombol More Informasi.

pilih tombol Place Order, dan seterusnya isi formulir pemesanan, selanjutnya, click Send dan masukkan code OTP yang sudah dikirim pada Anda.

  1. Rekening Dana Nasabah (RDN)

Hal yang juga sangat penting saat sebelum beli saham, ialah mempunyai saldo RDN.

Pihak perusahaan akan mengontak Anda lewat e-mail untuk kesepakatan pembelian saham.

Bila Anda selesai melakukan klarifikasi, maka pembelian saham IPO dapat segera disepakati.

Seterusnya, Anda perlu membaca dan menyepakati prospektus di periode bookbuilding.

  1. Terima Saham IPO

Untuk Anda yang telah teregistrasi, dapat menyaksikan pendistribusian proses dari pembelian saham IPO dengan mengklik history.

Seterusnya ada status Alloted bila Anda mendapat saham sama sesuai pesanan.

Tetapi, bila status yang tercatat ‘Alloted with Scale Back’, berarti pendistribusian Anda akan disamakan.

Sementara untuk status Not Alloted berarti Anda tidak mendapat pendistribusian.

Untuk status Not Carried Over berarti saham yang Anda pesan tidak dapat diteruskan untuk proses pendistribusian.

Beberapa waktu terakhir banyak startup yang coba buka peluang dengan melantai di bursa. sebutlah saja e-commerce PT Bukalapak.com (BUKA) sudah terlebih dahulu IPO. Di bulan Juli 2021, BUKA sudah kumpulkan 1,5 miliar dollar AS sebagai nominal IPO paling besar.

Saat itu, raksasa ride-hailing GoTo, diprediksi akan listing dengan valuasi 18 miliar dollar AS. yang marak didengar, Bos Djarum Grup, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono memberikan dukungan gagasan penawaran pertama saham (initial public offering/IPO) perusahaan e-commerce punya Djarum yakni Blibli.

Merilis Bloomberg, Djarum Grup bahkan juga telah memilih penasihat untuk penawaran umum pertama Blibli awalnya tahun depannya. Perwakilan Blibli menjelaskan, perusahaan terbuka untuk pilihan yang hendak meluaskan ekosistemnya.

Also Read

Ads - Before Footer