Beda Reksadana & saham

Sebelum Berinvestasi, Ketahui Dulu Beda Reksadana dan Saham

Produk investasi yang sangat bermacam sering membuat orang kebingungan hingga malas untuk melakukan investasi. Karena itu mari kita bahas beberapa hal tentang Beda Reksadana dan Saham.

Tetapi perlu dimengerti, saat lakukan investasi, seseorang harus bisa menyelaraskan produk investasi yang hendak diputuskan dengan profile resiko dari investor yang berkaitan.

Disamping itu, sebelum memilih untuk melakukan investasi, perlu dihapami tujuan investasi sekaligus jangka waktu investasi.

Contoh produk investasi yang cukup terkenal yaitu reksadana dan saham.

Berikut Beda Reksadana dan Saham diantaranya :

Resiko

Beda reksadana dan saham yang pertama dapat dilihat dari segi resiko. Reksadana condong mempunyai resiko yang lebih rendah daripada saham.

Ini karena reksadana sebagai produk investasi yang terdiri dari beberapa macam aset yang sudah terdiversifikasi.

Penganekaragaman itu berbeda antara tipe reksadana. Untuk reksadana saham, misalkan, terdiri dari beberapa saham yang diatur oleh manager investasi.

Begitu halnya reksadana penghasilan tetap yang terdiri dari beberapa produk obligasi atau surat hutang.

Sementara, produk reksadana campuran terdiri dari beberapa saham dan surat hutang yang diatur sebegitu rupa hingga memberi return yang bagus untuk investor.

Kekuatan Keuntungan

Beda reksadana dan saham yang lain bisa dilihat dari segi kekuatan imbal hasil atau keuntungan yang didapat.

Karena reksadana mempunyai resiko yang condong rendah, karena itu imbal hasil yang didapat tidak semakin besar jika dibanding dengan beberapa saham berkinerja baik.

Reksadana penghasilan tetap misalkan, jika dibanding dengan tipe reksadana lain, mempunyai resiko yang condong minimum. Akan tetapi, jika dibanding dengan saham, imbal hasil yang dibuat akan lebih sedikit.

Masa Pencairan

Diambil dari situs sikapiuangmu.ojk.go.id, ketidaksamaan reksadana dan saham bisa juga disaksikan dari masa pencairan.

Trending:  Mengenal Investasi Reksadana, Plus Minus Serta Cara Membelinya

Saham cenderung lebih fleksibel karena investor bebas tentukan tindakan jual atau membeli kapan saja diinginkan. Ini berlainan dengan reksadana yang masa pencairannya bermacam, yaitu sektiar 1 sampai 3 tahun.

Disamping itu, dalam saham investor bebas memutuskan investasi. Berlainan dengan reksadana, di mana investor dibantu oleh manager investasi saat memutuskan investasi.

Meskipun begitu, dari segi investasi saat yang diperlukan untuk lakukan penelitian, saham cenderung memerlukan waktu yang lebih lama daripada reksadana.

Investor saham juga perlu untuk selalu up-date atau pahami desas-desus ekonomi dan industri terkini. Karena, hal itu punya pengaruh pada harga saham.

Biaya

Selain itu, perbedaan berada pada Biaya. Karena reksadana diatur oleh manager investasi, jadi ada banyak Biaya yang dikenai, bergantung pada produknya.

Misalkan saja, beberapa reksadana mengenakan ongkos saat investor akan jual produk itu, atau beberapa yang lain kenakan ongkos saat investor beli produk reksadana.

Di lain sisi, ada juga reksadana yang tidak dipungut biaya saat ditahan dalam kurun waktu tertentu.

Dari segi pajak, dilansir dari situs Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pajak.go.id, reksadana ialah salah satu tipe investasi yang tidak dikenai pajak langsung berdasar hasil keuntungannya.

Penghitungan pajak dalam reksadana telah dibayar pada penghitungan nilai aktiva bersih (NAB) yang merupakan selisih dari perhitungan keseluruhan aset reksadana (berbentuk kas, deposito, saham, dan obligasi) dikurangi dengan kewajiban atau beban reksadana.

Sementara itu, saat melakukan investasi saham, akan dikenaikan biaya pajak final sesuai ketetapan UU PPh Pasal 4 ayat 2 sebesar 0,1 % dari jumlahnya bruto nilai transaksi bisnis pemasaran saham di bursa dampak (ini umumnya telah terhitung dalam ongkos pemasaran saat kita lakukan transaksi bisnis pemasaran saham).

Trending:  Aplikasi Khusus Buat Pencari Kerja Dari Alumni ITB

Disamping itu bila menerima dividen, maka ada kewajiban perpajakan yang muncul yaitu pemangkasan PPh atas dividen merujuk pada pasal 17 ayat 2 huruf c yaitu sejumlah 10 % dari pendapatan bruto (ini biasanya automatis sudah dipotong di saat dividen itu dibayar).