Cara Mengatur Uang Bulanan, Agar Tak Numpang Lewat Apalagi dikala Pandemi !

Sudah gajian atau sedang menunggu gajian ?. menunggu satu bulan bisa langsung habis dalam sekejap jika tidak menggunakan cara mengatur uang bulanan.

Gaji adalah hal yang paling ditunggu. Ia bisa hadir di awal bulan, akhir atau pertengahan. Gaji bisa juga diperoleh dengan menyelesaikan tugas atau proyek, jika begitu biasanya kita akan mendapat gaji setelah melakukan tugas atau kewajiban. Dalam Gaji ada hal yang harus diperhatikan, yakni cara mengatur uang bulanan.

perlu cara mengatur uang  bulanan agar pendapatan yang kita miliki tidak lebih besar dari pengeluaran. Saat ini sepertinya bukan rahasia lagi jika ketika gajian tiba, hanya sekedar numpang lewat saja. Sekarang sebagian besar karyawan memperoleh gaji dimana Peristiwa gajian paling dinanti-nantikan banyak karyawan.

Karena, gaji diperlukan untuk penuhi beragam keperluan setiap hari seperti bayar hutang, bayar angsuran rumah, biaya listrik dan air serta biaya biaya lain.

Tetapi, saat gajian sering seorang kalap beli beberapa hal yang sebetulnya tidak begitu diperlukan tanpa membagikan dana untuk poin utama lebih dahulu. hal itu Mengakibatkan uang yang didapatkan semakin lebih cepat habis di awal bulan.

Untuk menghindar hal itu, Perencana keuangan dan CEO Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie membagi panduan cara atur uang bulanan. Pertama dimulai dari menyisihkan untuk zakat, sampai peruntukan untuk living-saving-playing.

Cara Mengatur Uang Bulanan

Cara Mengatur Uang Bulanan agar Uang Gaji Tidak Cepat Habis.

sisihkan yang harus dahulu seperti zakat, terus lanjut yang suka-rela seperti sedekah, bantuan, kontribusi dan yang lain,” catat Prita di akun Instagram pribadinya @pritaghozie.

  1. Living: Pengeluaran Teratur Untuk Hidup Kita.

ibaratkan, ini adalah kebutuhan pokok untuk hidup sehari hari yang kita perlukan. Seperti angsuran, tagihan, minum dan makan, kebutuhan dapur, pengeluaran prokes, rumah/kos, transport, serta kepentingan anak. apalagi Jika anak sudah sekolah, akan ada biaya rutin atau SPP sekolah setiap bulannya, tabungan ,sampai uang jajan setiap harinya. Usahakan kebutuhan ini mendapat alokasi dana sejumlah 50% dari gaji yang diterima.

  1. Saving: Untuk Masa Depan dan Hari Esok yang cerah.

dana simpanan ini kemudian dipisah kembali dalam beberapa kategori. Diantaranya dana darurat, nabung-nabung, bisa mulai dari nominal kecil dirumah. langkah ini juga bisa membiasakan anak anak untuk menabung sejak usia dini. jika masih memungkinkan anda bisa memilih investasi dan membeli perlindungan. Dana untuk simpanan ini nominalnya sebesar 30% dari gaji.

  1. Playing: Pengeluaran Keinginan.

kalau pengeluaran yang Ini ialah porsi self-reward, misalkan memberi penghargaan untuk diri sendiri. karena tidak hanya mencari, terkadang kita juga butuh momen untuk menyenangkan diri sendiri. Tentu opsi ini boleh dilakukan jika kebutuhan yang lain terpenuhi. Karena jika lebih mementingkan kebutuhan untuk bersenang senang ini, keuangan anda akan amburadul.

Trending:  4 Bahaya Penggunaan Minyak Goreng Bekas, Simak Ulasannya!

dana ini jumlahnya 20% dari gaji. Kalau dirasa kebanyakan karena masih banyak kebutuhan yang harus terpenuhi, anda bisa menurunkan budjetnya. Atau Malah sebaliknya, jika kurang pastikan anda sudah mempunyai dana pengganti sebagai reward ini.

intinya sih, dana untuk playing ini menyesuaikan dengan pendapatan atau pemasukan di keuangan kita.

Itulah cara mengatur uang bulanan apalagi di masa pandemi, semoga bermanfaat serta diberi kecukupan rezeki.