Cara Mengatur Keuangan di Masa Pandemi Agar Tetap Bertahan

Dampak wabah yang terjadi saat ini membuat bidang ekonomi terguncang. perlu cara mengatur keuangan di masa pandemi agar perekonomian tetap berjalan. Hal Ini memberikan imbas ke karyawan. Menurut Catatan, warga usia kerja yang terimbas pandemi sudah menyusut dari jumlah sebelumnya 29,12 juta orang di tahun lalu menjadi 19,1 juta orang di tahun ini.

Pandemi juga membuat kita menjalani hidup yang harus lebih hemat. Tidak membeli barang yang tidak diperlukan dan selalu menabung untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga. Banyak pasangan suami-istri yang “drop” ketika pandemi melanda. Pasalnya, sebagian mereka harus dirumahkan karena perekonomian anjlok.

Contoh karyawan terimbas pandemi ialah para pegawai yang terdampak pemangkasan upah sampai dirumahkan. Walau berat tetapi masih tetap ada langkah untuk mengirit keuangan atau memperoleh pendapatan tambahan.

perlu strategi dan komitmen tinggi untuk tetap membuat dapur ngebul. apalagi, ketika penerapan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat diberlakukan, kegiatan ekonomi seperti hampir lumpuh tanpa ada transaksi. padahal saat itu masyarakat membutuhkan keuangan ganda sebagai cadangan  untuk melewati masa masa sulit tersebut.

seperti dikutip Instagram Kemnaker, Jakarta.

cara mengatur keuangan dimasa pandemi

Berikut, cara mengatur keuangan di masa pandemi :

  1. Melakukan evaluasi sumber pemasukan. misalnya melihat adanya potensi mendapatkan penghasilan dari sumber keuangan selain gaji bulanan, seperti imbal hasil investasi atau usaha sampingan.
  1. Kedua, mengatur prioritas pengeluaran. sekarang, anda dituntut untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan utama, seperti bahan makanan pokok, tagihan listrik dan air, serta kredit KPR atau biaya sewa rumah. Denga  menghentikan sementara pengeluaran yang tidak penting.
  1. Tidak panik mendorong pembelanjaan yang tidak perlu (panic buying). Bekerja dari rumah malah bisa membuat anggaran untuk biaya hidup sehari-hari semakin membengkak. Namun, pembengkakan ini dapat tertutupi dengan mengambil untung dari hasil investasi.
  1. Mempersiapkan dana darurat dan asuransi. Kehidupan tidak semua bisa berjalan mulus sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Banyak hal yang tiba-tiba terjadi di luar rencana Anda.
    Seperti : krisis ekonomi dengan skala besar, atau pandemi panjang yang saat ini terjadi. Apabila salah satu dari hal tersebut terjadi, sumber penghasilan Anda bisa saja mengalami gangguan atau bahkan lebih buruk.
  1. Setelah memiliki fondasi dasar, Anda bisa mengalokasikan dana untuk investasi. Anda masih bisa melanjutkan investasi di tengah pandemi walaupun dengan dana yang terbatas.
Trending:  Cara Menonaktifkan Centang Biru di WA, Begini Langkahnya

Awalnya, pemerintahan mengeklaim jumlah warga usia kerja yang terimbas pandemi sudah menyusut dari 29,12 juta orang di tahun menjadi 19,1 juta orang di tahun ini.

Menteri Koordinator Sektor Ekonomi Airlangga Hartarto menjelaskan pengurangan terjadi karena kegiatan industri yang mulai menggeliat di tengah-tengah perbaikan perekonomian. Ini membuat bidang ketenagakerjaan juga perlahan-lahan sembuh.

Menurutnya, PPKM Darurat dan pengetatan PPKM Micro yang tentu akan menggerakkan bidang konsumsi ke bawah sebagai imbas pembatasan kegiatan masyarakat. Oleh karenanya pemerintah berusaha mengkompensasinya dengan optimasi belanja APBN.

“Satu diantaranya dengan program PEN ( Pemulihan Ekonomi Nasional ) supaya konsumsi tetap tergerak,”