Berhenti Produksi di Indonesia. Selamat Tinggal Lays, Cheetos, Doritos !

Mengapa Lays akan berhenti produksi ? Akhir bulan ini Lays, Cheetos, dan Dorritos akan berhenti produksi di Indonesia.

Peredaran tiga makanan ringan favorite warga ini akan disetop bulan depan. Ini lantas memunculkan pertanyaan, mengapa Lays berhenti produksi?

produsen Lays, Cheetos sampai Doritos ialah PT Indofood Fritolay Makmur (IFL). Perusahaan itu bisa memproduksi Cheetos cs karena dikuasai oleh Fritolay Netherland Holding B.V, perusahaan affiliate dari PepsiCo. Simpelnya, Fritolay Holding ialah pemilik merk Lays dkk.

Nah, pada Februari lalu semua saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) dibeli PT Indofood CBP (ICBP) Sukses Makmur Tbk. Jika semua saham IFL dibeli oleh ICBP, resikonya kontrak merk dengan PepsiCo terputus.

Bersamaan dengan itu, PepsiCo dilarang memproduksi mengemas, menjual, memasarkan atau membagikan produk camilan apa saja di Indonesia yang berkompetisi lewat produk IFL sepanjang tiga tahun ke depan. Terhitung merk Lays, Cheetos, dan Doritos

Sebagai informasi, keseluruhan saham IFL yang dibeli ICBP mencapai Rp 494 miliar atau sekitar 49% dari keseluruhan semua saham yang sudah diedarkan IFL. Dengan begitu, pemilikan saham ICBP dalam IFL jadi 99,99% dari keseluruhan semua saham yang diterbitkan IFL.

Hal tersebut dipublikasikan oleh Corporate Secretary ICBP Gideon A. Putro dalam keterangan resminya di transparansi informasi BEI Februari kemarin.

“Berkenaan dengan dilaksanakannya transaksi bisnis, karena itu IFL akan menyudahi kesepakatan lisensi dengan PepsiCo, yang harus sudah diselesaikan dalam kurun waktu enam bulan sejak dari tanggal dilakukan transaksi bisnis,” kata Gideon, Februari kemarin.

Bila dihitung dari tanggal transaksi bisnis Februari lalu, karena itu mulai bulan akhir Agustus 2021 ini produksi PepsiCo seperti Lays, Doritos, hingga Cheetos harus stop. Bulan ini jadi bulan terakhir tiga merk itu tersebar di Indonesia.

Trending:  Sembako Bakal Dikenakan PPN, Ini Kata Pedagang.

Alasan mengapa ICBP beli semua saham IFL, mulanya karena penawaran dari Fritolay untuk memboyong sahamnya. Menurut perusahaan, IFL berpotensi perkembangan yang bagus dan merek-merek produksinya juga populer di pasar Indonesia.

“Menimbang keutamaan aktivitas usaha camilan (seperti Lays) dalam portofolio perseroan mengingat potensi perkembangan yang bagus dan status perusahaan selaku pemimpin pasar di kategori ini. Karena itu perseroan memilih untuk menerima penawaran yang disodorkan oleh Fritolay,” kata Gideon.

Lays, Cheetos, dan Doritos adalah makanan ringan yang terkenal dan familiar di Indonesia bahkan di dunia. Lays ada sejak sekitar 75 tahun lalu, dan kali pertama dijajakan oleh Herman W. Lay pada sekitar tahun 1930-an. Sementara Cheetos, ditemukan pada 1948 oleh penggagas Fritos yakni Charles Elmer Doolin di Dallas, Texas. Doolin akhirnya menjalin kerja sama dengan Herman W.Lay (pencetus brand Lays) untuk memproduksi Cheetos skala nasional serta produk kentang lainnya bernama Fritatos.

Cheetos terbukti berhasil dan sukses diterima masyarakat, akhirnya Doolin dan Herman Lay menggabungkan dua brand mereka dan membentuk Frito-Lay Inc. alhasil, semua makanan ringan Frito-Lay Inc tersebut dipunya oleh PepsiCo.

Saat ini, Doritos ada sekitar 17 varian rasa. Sementara di Indonesia, hanya 3 rasa doritos yang beredar. Yakni, Doritos Barbeque, Nacho Cheese, dan Roasted Corn.

 

 

tags : ifl,lays,fritolay,saham,seluruh saham,lays cheetos,pt. indofood,kenapa lays,pt indofood fritolay,indofood fritolay makmur,cheetos,doritos,berhenti produksi,di Indonesia