7 Kiat Memulai Bisnis buat Milenial di Tengah Badai Resesi

Sudah tahu kan Indonesia masuk krisis. Mencari pekerjaan tentu sulitnya meminta ampun. Yang kerja saja, dibayangi Pemutusan Jalinan Kerja (PHK). Dibanding depresi sendiri pikirkan pekerjaan, lebih bagus coba buat lapangan pekerjaan. Ya, kamu yang menjadi bosnya alias buat usaha.

7 Kiat Memulai Bisnis buat Milenial di Tengah Badai Resesi

Walau ekonomi kembali susah, tapi kesempatan membuat usaha atau usaha lebar terbuka. Asal cermat menyaksikan pasar, kamu akan secara mudah mewujudkan mimpi itu. Baca beberapa panduan mengawali atau membuat usaha untuk milenial:

  1. Cari tahu apa yang kamu suka

Bekerja di bagian yang kamu tidak sukai, tentu didalamnya mengeluhkan terus. Gelisah, tidak kerasan. Begitu juga membangun usaha. Oleh karenanya, saat sebelum mengawali usaha, mencari tahu apakah yang kamu gemari. Misalkan kamu sukai mengolah, karena itu membuka rumah makan, cafe, restaurant, atau usaha kulineran lain, seperti membuka katering, terima pesanan kue, dan lain-lain.

  1. Cari target pasar

Setelah tahu usaha apa yang pas denganmu, cari info siapa yang bakal jadi sasaran pasarmu. Apa usahamu diperuntukkan untuk fragmen anak-anak, remaja, dewasa, atau tua. Kelompok bawah, menengah, atau atas. tipe kelamin dan pengajaran. Dengan demikian, kamu segera dapat membuat atau jual barang atau jasa sama sesuai sasaran pasarmu. Hingga pas target.

  1. Cari informasi yang relevan

Langkah selanjutnya ialah cari info yang terkait dengan usaha yang bakal kamu bangun. Misalkan ingin membuka usaha fesyen. Kamu perlu cari info penyuplai bahan baju yang baik dan rumah, trend fesyen, beberapa macam bahan, dan yang lain. Dalam masalah ini, kamu dapat mendapat info itu dari internet, rekan, keluarga, dan sumber yang lain.

Trending:  Cara Memulai Usaha Sampingan dengan Modal Kecil

Makin banyak info yang kamu bisa, semakin banyak juga rekomendasinya. Tapi pastikanlah kamu memfilter info yang didapatkan. Jangan cuman ‘telan’ semua info. Tentukan yang paling cocok untuk usahamu kelak.

  1. Lanjut buat konsep bisnis

Jangan ketinggal membuat ide usaha. Mulai dari pra produksi, produksi, sampai saat produksi. Buat deskripsi kasarnya atau rangka besarnya. Ide usaha ini akan menolongmu mengoptimalkan gagasan usaha yang ingin kamu mewujudkan. Jika perlu bahas ide usaha itu ke orang sebagai mentormu. Dengan demikian, kamu akan memperoleh saran, kritikan, dan anjuran supaya ide itu lebih bagus dan bisa digerakkan dengan optimal.

  1. Hitung modal usaha

Begitu ide tersusun secara detail, waktunya hitung modal usaha. Salah satunya modal pembelian perlengkapan usaha, penyediaan asset, atau peralatan kantor jika diperlukan. Bila ingin mengambil tenaga kerja, kalkulasi juga modal untuk upah pegawai. Tidak ketinggal, ongkos listrik, telephone, air, sewa ruang, dan ongkos operasional lain.

Pastikanlah kamu telah mempersiapkan dananya. Jika rupanya masihlah kurang modal, sementara ongkos operasionam atau non-operasional tidak dapat dipotong, kamu bisa manfaatkan sarana utang dari bank.

  1. Realisasikan usaha

Harus ada tindakan untuk merealisasikan mimpi . Maka, tidak boleh cuman gagasan dan ide usaha. Wujudkan jadi riil. Bangun usaha sama sesuai gagasan dan ide usaha yang telah kamu bikin. Yakinkan tidak ada yang terlewatkan. Lakukan taktik produksi dan marketing yang pas agar hasilkan.

  1. Minta pendapat dari konsumen

Bisnis sudah jalan sekian hari, minggu, atau bulan, kerjakan penilaian. Jika dirasakan tidak sesuai dengan sasaran, penilaian kekurangannya. Meminta kritikan dan anjuran dari customer. Apa barang atau jasa yang kamu jual dan dibeli oleh mereka telah menjawab keperluan mereka. Apa yang perlu diperbarui atau harus dipertingkat dari produkmu.

Trending:  Investasi Syariah: Langkah Kerja, Macam, Serta Konsepnya

Kamu bisa minta opini customer langsung, atau melalui suara customer dan sosial media. Kerahkan semua saluran untuk memuat inspirasi customer, terhitung aduan. Kemudian, kerjakan pembaruan lengkap.

Jika perlu bangun produk yang telah ada atau buat produk baru, supaya produk itu sebagai jawaban dari keperluan dan kemauan customer.